Krisis Inovasi dan Kultur Seret Sekolah ke Jurang Ketertinggalan

pendidikan | 28 April 2026 18:54

 

Menurutnya, stagnasi sekolah tidak hanya tercermin dari capaian nilai, tetapi juga dari kultur yang gagal berkembang. Lingkungan belajar yang tidak kondusif justru melemahkan daya tarik sekolah di mata masyarakat.

 

Ia menekankan, kultur yang kuat—berbasis adab, akhlak, dan perilaku—dapat menjadi nilai lebih yang menentukan pilihan orang tua.

 

Sebaliknya, citra negatif seperti tawuran, geng pelajar, dan perundungan justru mempercepat penurunan kepercayaan publik terhadap sekolah.

 

Edi menjelaskan, pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah bersifat subjektif. Sebagian mengutamakan aspek akademik untuk menunjang studi lanjut, sementara yang lain lebih fokus pada pembentukan karakter dan pengembangan minat bakat.