Sementara itu, Guru Besar Sains Data, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata, S.T., M.Eng.Sc., mengungkap adanya paradoks dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.
“Sebanyak 92 persen individu sudah menggunakan AI, tetapi adopsi di tingkat organisasi baru sekitar 47 persen. Kita cepat mencoba, tetapi belum sepenuhnya siap mengelola,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan potensi cognitive offloading, yaitu kecenderungan manusia menyerahkan proses berpikir kepada teknologi.