BOGOR, PustakaJC.co — Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Institut Pendidikan Islam Maghfirah (IPIM) di Caringin, Kabupaten Bogor, Jumat, (1/5/2026). Peresmian ini menjadi langkah penguatan pendidikan tinggi Islam sekaligus dorongan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang berdaya saing.
Dalam sambutannya, Menag mengapresiasi perjuangan para tokoh dan penggagas Kampung Maghfirah hingga akhirnya berhasil mendirikan IPIM. Ia menegaskan bahwa membangun perguruan tinggi bukan hal sederhana, melainkan membutuhkan ketekunan, keikhlasan, dan visi jangka panjang. Dilansir dari kemenag.go.id, Sabtu, (2/5/2026).
“Saya ingin mengajak Bapak dan Ibu untuk terus berjuang hingga suatu saat nanti berdiri Universitas di tempat ini, mungkin nanti ada Fakultas Kedokteran yang dapat melahirkan banyak dokter hebat. Kita perlu banyak dokter yang lahir dari perguruan tinggi keagamaan Islam,” ujar Nasaruddin Umar.
Menag juga berpesan kepada mahasiswa agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Menurutnya, kualitas SDM unggul hanya dapat terbentuk melalui proses pembelajaran yang serius, baik dari mahasiswa maupun peran dosen sebagai pembimbing.
Ia menekankan, ilmu yang diasah dengan baik akan melahirkan generasi yang mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Rektor IPIM Ahmad Hatta menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Agama dalam proses pendirian kampus tersebut. Ia menyebut IPIM akan memperkuat ekosistem pendidikan di Kampung Maghfirah dalam mencetak lulusan berkualitas, khususnya tenaga pendidik unggul.
“Kampung Maghfirah diibaratkan seperti sumur zam-zam yang terus mengalirkan ilmu ke seluruh pelosok negeri melalui ilmu, iman, dan kemampuan para alumninya,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari STIPI Maghfirah, mahasiswa di lingkungan ini dibekali pendidikan berbasis karakter pendidik dan kepemimpinan dengan keteladanan Rasulullah SAW, serta penguatan lifeskill kontemporer. Lulusan diharapkan mampu adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan adab Islam. (ivan)