SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memperluas akses pendidikan anak usia dini dengan meresmikan tiga PAUD Negeri baru. Ketiga lembaga tersebut yakni TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, PAUD Negeri Seruni Sidotopo, dan PPT Seruni Nambangan, Senin (11/5/2026).
Peresmian dipusatkan di TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal, dan dihadiri langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto. Sementara dua lembaga lainnya mengikuti prosesi secara daring.
“Bagi saya, inklusi itu adalah anak-anak yang diberikan kelebihan oleh Tuhan yang tidak dimiliki orang lain. Di sini kita bentuk Rumah Apresiasi untuk menghargai setiap anak dan orang tua mereka yang luar biasa,” ujar Eri Cahyadi. Demikian dikutip dari surabaya.go.id, Senin (11/5/2026).
Menurut Eri, kehadiran TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan menjadi bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus. Bahkan, Pemkot memastikan biaya pendidikan bagi anak inklusi dari keluarga desil 1 hingga 5 digratiskan mulai jenjang TK hingga SMA.
Selain itu, PAUD Negeri Seruni Sidotopo mengusung konsep integrasi PAUD, TK, dan SD dalam satu kawasan. Model ini dirancang agar anak dapat beradaptasi secara emosional dengan lingkungan sekolah sejak dini sekaligus memudahkan orang tua.
Sementara itu, PPT Seruni Nambangan dibangun di dekat pasar untuk membantu para pedagang yang kesulitan mengawasi anak saat bekerja. Fasilitas tersebut memungkinkan orang tua tetap mencari nafkah tanpa mengabaikan pendidikan anak.
Dalam dialog virtual bersama wali murid, Eri mendorong para orang tua untuk terus memprioritaskan pendidikan anak. Ia berharap anak-anak pedagang pasar kelak mampu meraih masa depan yang lebih baik dari orang tuanya.
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan bahwa masing-masing PAUD memiliki keunggulan sesuai kebutuhan wilayah. PAUD Negeri Seruni Sidotopo telah menampung 60 anak, sedangkan PPT Seruni Nambangan mencatat 39 anak dari keluarga pedagang pasar.
Rini juga menyebut sebanyak 98,61 persen atau sekitar 25.497 anak usia 5–6 tahun yang sebelumnya terindikasi belum sekolah kini telah mendapatkan akses layanan PAUD melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kelurahan.
“Pendidikan bukan sekadar layanan rutin, tetapi investasi strategis jangka panjang untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 yang cerdas, sehat, dan berkarakter,” kata Rini.
Atas langkah tersebut, Gogot Suharwoto memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya. Menurutnya, model pendidikan inklusif yang diterapkan di Surabaya sejalan dengan kebijakan nasional dan layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (frchn)