MALANG, PustakaJC.co – Keberadaan sekolah-sekolah Tionghoa pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan pendidikan di Kota Malang sebelum era Orde Baru. Salah satu yang paling dikenal masyarakat saat itu adalah Sekolah Shin Lih atau Xin Li School yang berada di kawasan Kasin, Kamis (21/5/2026).
Sekolah yang berlokasi di Jalan Yulius Usman tersebut dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan dasar terbesar dan berpengaruh di Kota Malang pada dekade 1950-an. Lembaga pendidikan ini bermula dari Hua Qing Yiwu Xuexiao atau Sekolah Sukarela Hua Qing yang didirikan untuk membantu anak-anak keturunan Tionghoa dari keluarga kurang mampu.
“Buku pelajaran, alat tulis, dan perlengkapan sekolah diberikan secara gratis kepada murid-murid miskin,” ujar Aktivis Komunitas Jejak Petjinan, Yonas Mawa. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Kamis (21/5/2026).
[Halaman]
Yonas menjelaskan, pada masa awal operasionalnya kegiatan belajar mengajar berlangsung secara sederhana. Para tenaga pengajar bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji dan mayoritas masih berstatus pelajar sekolah menengah.
Selain itu, kebutuhan pendidikan seperti buku pelajaran, alat tulis, hingga perlengkapan sekolah diberikan secara cuma-cuma kepada murid dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap memperoleh akses pendidikan.
Pada April 1950, lembaga tersebut berkembang menjadi sekolah dasar dengan nama baru, Shin Lih School. Perkembangannya berlangsung pesat karena mendapat dukungan luas dari komunitas Tionghoa di Kota Malang.
[Halaman]
Sekolah ini kemudian dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Tionghoa yang cukup besar pada masanya. Selain berperan dalam pendidikan, keberadaan Shin Lih School juga menjadi simbol kuatnya solidaritas sosial masyarakat Tionghoa di Malang dalam membantu pendidikan anak-anak dari kalangan ekonomi lemah.
Namun, pada 1966, sekolah tersebut mengalami nasib serupa dengan sejumlah sekolah Tionghoa lainnya di Indonesia, yakni ditutup dan diambil alih oleh pemerintah seiring perubahan kebijakan politik nasional pada masa itu.
Kini, bekas bangunan Shin Lih School digunakan sebagai SDN Kasin dan menjadi bagian dari jejak sejarah pendidikan multikultural di Kota Malang. (frchn)