Untuk memperluas dukungan publik, seluruh Sekolah Rakyat diminta menyiapkan kegiatan open house yang melibatkan masyarakat, tokoh daerah, tokoh nasional, media, hingga influencer agar perkembangan program dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, sejumlah kepala sekolah melaporkan progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah. Kepala SRMA 44 Minahasa, Jefta Johannes Makikui, menyampaikan bahwa Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah meninjau langsung aktivitas belajar mengajar di sekolahnya dan memberikan apresiasi terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.
Selain Minahasa, daerah seperti Takalar, Tual, Bireuen, hingga Natuna juga melaporkan perkembangan pembangunan yang terus berjalan serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Sekolah Rakyat.
Sebagai informasi, saat ini terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II yang ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru Juli mendatang. (ivan)