SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Aula Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin, (1/6/2026). Peresmian tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, dan nilai-nilai kebangsaan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Peresmian aula ditandai dengan pemotongan tali oleh Khofifah yang disambut meriah oleh siswa-siswi SMAN 2 Surabaya. Berbagai penampilan, mulai dari drum band hingga atraksi penyambutan, turut memeriahkan acara tersebut. Dilansir dari jatimpos.co, Selasa, (2/6/2026).
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mengucapkan Salam Pancasila. Menurutnya, peresmian Graha Nusantara yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila memiliki makna simbolis yang kuat sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.
“Kalau mempresentasikan tentang kunci perekat keberagaman itu mereka akan menyampaikan Pancasila,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, Indonesia mampu mempertahankan harmoni di tengah perbedaan suku, bahasa, budaya, adat istiadat, dan agama karena memiliki Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pemersatu bangsa.
Khofifah juga mengapresiasi kontribusi SMAN 2 Surabaya yang telah melahirkan banyak tokoh dan profesional di berbagai bidang. Ia berharap Graha Nusantara menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar yang mampu diwujudkan menjadi gerakan nyata untuk memperkuat kebangsaan.
“Pertemuan gagasan yang terlahir di tempat ini menjadi bagian dari pertemuan gerakan, tidak sekadar gagasan, setelah itu menjadi bagian dari penguatan kebangsaan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendukung revitalisasi 15 ruang kelas di SMAN 2 Surabaya yang direncanakan mulai Juni 2026. Program itu mendapat dukungan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari Pemprov Jatim.
Selain itu, sekolah juga diproyeksikan memperoleh tambahan dukungan sekitar Rp781 juta dari pemerintah pusat guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
“Ruang kelas itu adalah ruang untuk membangun harapan. Ruang kelas untuk membangun penguatan semangat anak-anak tumbuh kembang anak-anak,” ujarnya.
Menurut Khofifah, pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM untuk memanfaatkan bonus demografi yang saat ini tengah berlangsung. Ia mengingatkan bahwa masa bonus demografi harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebelum Indonesia memasuki fase Indonesia Emas 2045.
“SDM itu kebutuhan kita semua sebagai sebuah bangsa,” tegasnya.
Karena itu, penguatan sektor pendidikan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khofifah mendorong generasi muda untuk memanfaatkan berbagai peluang pendidikan yang tersedia, termasuk program beasiswa dan kerja sama pendidikan internasional.
Ia menambahkan, Jawa Timur terus mencatatkan prestasi di bidang pendidikan. Salah satunya dengan menjadi provinsi dengan jumlah penerimaan mahasiswa terbanyak melalui jalur masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes selama tujuh tahun berturut-turut.
“Program untuk penguatan SDM dan pendidikan di Jawa Timur ini sejak kami periode pertama memang prioritas sangat utama,” pungkasnya. (ivan)