MALANG, PustakaJC.co – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menggelar workshop bertajuk “AI untuk Media Pembelajaran” dalam rangka Dies Natalis ke-13 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGPAUD, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital serta pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan anak usia dini.
“Posisi manusia adalah memberikan ruh, jiwa, empati, nilai, dan makna dalam setiap karya yang dihasilkan AI. Teknologi dapat membantu menciptakan, tetapi manusialah yang memberi kehidupan pada karya tersebut,” ujarnya.
Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang A1 UNIKAMA tersebut diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika. Workshop ini dirancang untuk membekali peserta dengan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi AI secara bijak dan kreatif dalam mendukung proses pembelajaran anak usia dini.
Kaprodi PGPAUD UNIKAMA, Dr. Siti Muntomimah, M.Pd., menegaskan bahwa calon pendidik perlu memiliki kesiapan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, AI harus dipahami secara kritis dan kreatif agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNIKAMA, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., menekankan bahwa teknologi berfungsi sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan untuk menggantikan peran guru dalam proses belajar mengajar.
Pada sesi utama, Engelbertus Kukuh Widijatmoko, S.H., M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “The Art of Ngompres: AI VS PAUD”. Dengan pendekatan yang komunikatif, ia mengajak peserta memahami cara kerja AI secara sederhana namun tetap mendalam.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif yang tercipta menunjukkan tingginya minat mahasiswa PGPAUD dalam mengintegrasikan teknologi secara bijak ke dalam pembelajaran.
Kukuh menjelaskan bahwa setiap platform AI memiliki karakteristik yang berbeda. Hasil yang dihasilkan AI, kata dia, juga sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi serta kemampuan pengguna dalam menyusun perintah atau prompt yang tepat.
Melalui workshop tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan AI dalam menciptakan media pembelajaran. Salah satunya adalah menyusun cerita dan buku dongeng berbasis AI yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai karakter sekaligus meningkatkan budaya literasi pada anak usia dini. (frchn)