SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan tertib tanpa penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Khofifah melakukan pemantauan langsung pelaksanaan SPMB di sejumlah sekolah. Menurutnya, sistem antrean yang telah diatur berdasarkan jadwal kedatangan perlu dipatuhi agar proses verifikasi dokumen berlangsung lancar dan nyaman bagi masyarakat. Dilansir dari kompasjatim.go.id, Sabtu, (6/6/2026).
Dari hasil pemantauan, Khofifah menilai pelaksanaan SPMB sejauh ini berjalan kondusif. Fasilitas pendukung yang disiapkan sekolah juga dinilai cukup memadai untuk melayani calon peserta didik dan orang tua.
“Ruang-ruang SPMB rata-rata ber-AC. Sehingga dapat dipastikan layanan ini makin hari bisa makin baik,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran layanan, setiap SMA dan SMK negeri di Jawa Timur juga menyiapkan sekitar 10 operator yang bertugas membantu proses verifikasi dan validasi dokumen pendaftaran.
Meski demikian, Pemprov Jatim masih menemukan sejumlah kendala dalam pelaksanaan SPMB. Salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya ketidaksesuaian antara nilai rapor yang diunggah secara daring dengan dokumen fisik yang dibawa peserta saat proses verifikasi.
Karena itu, verifikasi dokumen dilakukan secara ketat guna memastikan data yang digunakan dalam proses seleksi benar-benar akurat dan sesuai dengan dokumen asli.
Khofifah berharap seluruh tahapan SPMB dapat berlangsung transparan, tertib, dan memberikan kepastian layanan bagi seluruh calon peserta didik selama masa pendaftaran berlangsung. (ivan)