Ia menjelaskan kelompok yang paling merasakan tekanan bukan hanya masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga kelas menengah. Kelompok ini sering kali tidak memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan pendidikan, namun pada saat yang sama harus menghadapi biaya kuliah yang terus meningkat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dampak pandemi, kenaikan biaya hidup, inflasi, hingga ketidakpastian ekonomi.
Dalam situasi seperti itu, biaya pendidikan tinggi menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar bagi banyak keluarga.
Selain faktor ekonomi masyarakat, kenaikan biaya pendidikan juga dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan operasional perguruan tinggi. Mulai dari pengembangan fasilitas kampus, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi layanan pendidikan, hingga tuntutan internasionalisasi yang membutuhkan investasi berkelanjutan.