LLDIKTI Jatim Dorong Kampus Cetak Wirausahawan, Program Kakak Tangguh Disiapkan Tekan Pengangguran Sarjana

pendidikan | 23 Juni 2026 18:17

LLDIKTI Jatim Dorong Kampus Cetak Wirausahawan, Program Kakak Tangguh Disiapkan Tekan Pengangguran Sarjana
Dok kabar nusantara

SURABAYA, PustakaJC.co - Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi menjadi perhatian serius di Jawa Timur. Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur mendorong kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

 

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dyah Sawitri menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran melalui berbagai program unggulan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kebutuhan dunia kerja.

 

"Kami justru saat ini menjadi peluang dan kekuatan baru dengan adanya program-program unggulan LLDIKTI. Semua itu bisa diatasi dan masyarakat di Jawa Timur mampu terserap dalam pekerjaan sesuai kompetensinya. Itu harapan kami," ujar Dyah di Surabaya, Senin (22/6/2026).

 

Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi saat ini tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari sejauh mana lulusan tersebut mampu terserap di dunia kerja, menjadi pencipta lapangan kerja, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Ketiga indikator tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur yang mengangkat tema Peranan Strategis IKU untuk Kampus Berdampak.

 

 

Dalam forum tersebut, LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur memperkenalkan Program Kakak Tangguh yang digagas sebagai salah satu strategi penguatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas sekaligus menjawab tantangan pengangguran lulusan sarjana.

 

"Salah satu yang menjadi kekuatan kita dan sudah kami presentasikan ke pusat adalah Kakak Tangguh," kata Dyah.

 

Program tersebut dirancang agar perguruan tinggi memiliki kontribusi langsung kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pendampingan dan pemberdayaan yang melibatkan mahasiswa.

 

Untuk mendukung implementasinya, Jawa Timur dibagi ke dalam empat kawasan utama, yakni Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir. Pembagian tersebut dilakukan agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

 

"Bagian itu akan menjadi kekuatan tersendiri bagi kita untuk mengimplementasikan Kakak Tangguh," ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Sandro Mihradi, menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan mutu perguruan tinggi di Jawa Timur.

 

Menurutnya, target Jawa Timur untuk meningkatkan capaian akreditasi unggul hingga dua kali lipat merupakan langkah positif yang perlu mendapat dukungan seluruh perguruan tinggi.

 

 

"Kami sudah mendengar target Jawa Timur untuk meningkatkan capaian akreditasi unggul hingga dua kali lipat. Ini menjadi salah satu komitmen yang kami dukung dan mudah-mudahan menjadi komitmen bersama seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur," ujar Sandro.

 

Ia menegaskan bahwa peningkatan akses pendidikan tinggi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sehingga berbagai program bantuan pendidikan, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

 

"Sehingga kita bisa yakin ketika KIP Kuliah disalurkan kepada mahasiswa, mereka dapat kuliah di kampus yang bermutu," katanya.

 

Senada dengan itu, Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Prof. Mukhamad Nadjib menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi agar lulusan perguruan tinggi, termasuk penerima KIP Kuliah, memiliki daya saing yang kuat di dunia kerja.

 

"Ini komitmen mutu kita bersama, agar mahasiswa KIP Kuliah bisa belajar di tempat bermutu dan lulusannya tidak menambah pengangguran," pungkasnya.

(int)