Khofifah mengatakan pengalaman bekerja maupun magang di luar negeri menjadi bekal penting bagi lulusan SMK dalam meningkatkan kompetensi sekaligus memahami standar industri global.
"Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global," katanya.
Negara tujuan program tersebut meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria hingga Thailand.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, tahun 2026 terdapat 1.734 pekerja migran alumni SMK dan 3.186 murid dari 115 SMK negeri maupun swasta yang akan mengikuti program magang kerja luar negeri. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak secara nasional dalam Program Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1.
"Di SMK kalian bisa kuliah juga bisa langsung bekerja. Kompetensi di masing-masing konsentrasi keahlian juga terus ditingkatkan. Ada sertifikasi sebelum turun ke industri. Peningkatan skill baik dari sisi guru maupun murid terus dilakukan. Jadi jangan berkecil hati jika tidak masuk SMA, ada SMK juga dengan program unggulan yang menyiapkan kalian masuk DUDI," tegasnya.