Emil Tegaskan AI Tak Gantikan Dokter dalam Keputusan Medis

pendidikan | 17 Juli 2026 08:44

 

Associate Professor NAIST Jepang, Prof. Yoshito Otake, menjelaskan bahwa pihaknya mengembangkan teknologi AI untuk pencitraan medis guna membantu dokter mendeteksi penyakit lebih dini, khususnya pada kasus-kasus yang membutuhkan penanganan cepat seperti stroke.

 

Menurutnya, teknologi tersebut dirancang untuk menyediakan informasi yang lebih akurat sehingga dapat mendukung proses diagnosis dan pengambilan keputusan klinis oleh tenaga medis.

 

“Tujuan kami adalah memberikan informasi yang lebih baik kepada dokter untuk mendukung deteksi dini penyakit, pengambilan keputusan yang lebih tepat, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” katanya.

 

Melalui semangat From Research to Impact, From AI to Humanity, Haji C-AIRRe diharapkan menjadi pusat pengembangan inovasi kesehatan berbasis AI dan robotika yang mampu mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Selain itu, kolaborasi lintas institusi tersebut juga diharapkan memperkuat kemandirian teknologi kesehatan nasional serta menghadirkan layanan yang lebih modern, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (ivan)