Pengelolaan Talenta Berbasis Merit Dorong Birokrasi Berkualitas

pendidikan | 03 Agustus 2026 07:43

 

Menurut dia, penerapan sistem merit juga sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. Amanah, katanya, harus diberikan kepada pihak yang memiliki kemampuan sehingga setiap kebijakan dan pelayanan dapat dijalankan secara bertanggung jawab.

 

Nasaruddin menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang yang lebih besar untuk menerapkan manajemen talenta secara objektif. Rekam jejak kinerja, pengalaman, kompetensi, hingga pengembangan kapasitas ASN kini dapat terdokumentasi dengan baik sehingga proses promosi maupun penempatan jabatan dapat dilakukan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Ia menambahkan, digitalisasi juga berperan penting dalam memperkuat transparansi birokrasi sekaligus meminimalkan praktik subjektivitas. Dengan sistem yang berbasis data, proses pengambilan keputusan diharapkan lebih mengedepankan kelayakan dan prestasi dibandingkan faktor kedekatan personal.

 

Selain itu, sistem manajemen talenta dinilai harus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh aparatur sipil negara. Baik ASN senior maupun generasi muda, laki-laki maupun perempuan, memiliki peluang yang sama untuk berkembang selama mampu menunjukkan kompetensi, integritas, dan kinerja yang baik.