Menurutnya, FIKSI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun karakter inovatif, kreatif, mandiri, adaptif, sekaligus memiliki kepedulian sosial.
“FIKSI menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan ide menjadi aksi nyata. Selain sebagai wadah aktualisasi diri, kegiatan ini juga menumbuhkan budaya inovasi, kolaborasi, dan semangat menciptakan peluang usaha baru,” ujarnya.
Dindik Jatim juga telah melakukan berbagai persiapan untuk mematangkan kemampuan para peserta sebelum berlaga di tingkat nasional. Salah satunya melalui simulasi dan coaching bersama mentor profesional di UPT Pengembangan Teknis Keterampilan dan Kejuruan (PTKK) Disdik Jatim.