Peningkatan Kualitas PAUD, Ratusan Pendidik di Jatim Gali Kreativitas Lewat Musik

pendidikan | 19 September 2026 17:46

Peningkatan Kualitas PAUD, Ratusan Pendidik di Jatim Gali Kreativitas Lewat Musik
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto. (dok jatimpos)

BONDOWOSO, PustakaJC.co – Ratusan pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak dari berbagai wilayah di Jawa Timur berkumpul di Kabupaten Bondowoso pada Sabtu, (19/9/2026).

 

Kehadiran lebih dari 500 peserta ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dalam mengarang lagu edukatif melalui Workshop Mencipta Lagu Anak Usia Dini. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (19/9/2026).

 

Melalui pelatihan ini, lagu tidak lagi sekadar media hiburan di dalam kelas, melainkan ditransformasikan menjadi metode pembelajaran yang interaktif. Para peserta dibekali kemampuan menyusun lirik dan melodi sederhana yang dirancang khusus untuk mempermudah penyampaian materi, nilai moral, hingga pembentukan karakter anak.

 

 

 

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan pentingnya inovasi berbasis pendekatan yang sesuai dengan dunia anak. Menurutnya, proses belajar pada jenjang usia dini harus mengedepankan suasana yang menyenangkan, penuh kasih sayang, serta memicu imajinasi.

 

 

"Melalui lagu, pesan moral, nilai budaya, dan materi pembelajaran dapat disampaikan secara lebih alami dan mudah diterima anak-anak," ujar Taufan saat membuka acara.

 

Ia menambahkan bahwa metode ini mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, mencakup aspek kognitif, bahasa, motorik, sosial, hingga emosional.

 

 

 

Selain fokus pada pengembangan kapasitas pendidik, ajang ini menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ide antarguru se-Jawa Timur. Karya-karya lagu yang dihasilkan selama workshop diharapkan dapat langsung diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

 

 

Di sisi lain, penyelenggaraan acara berskala regional ini turut membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran ratusan peserta dari luar daerah memberi stimulus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bondowoso, khususnya di sektor kuliner dan produk oleh-oleh khas daerah.

 

 

Taufan berharap dorongan kreativitas ini tidak berhenti pada tingkat pelatihan saja, melainkan terus berlanjut di ruang-ruang kelas guna menciptakan iklim belajar yang lebih segar dan berkualitas bagi anak usia dini. (ivan)