“Sebenarnya siswa tidak diperbolehkan menerima makanan dari luar. Namun, kerap kali ada wali murid yang membawa es atau makanan kurang sehat saat menjenguk, meski kami sudah berupaya memfilter,” kata Yuli.
Kendati demikian, ia menekankan bahwasanya dugaan ini masih dalam tahap evaluasi dan belum disimpulkan sebagai pemicu utama.
Pihak sekolah mengimbau masyarakat dan media untuk menyikapi informasi ini secara proporsional agar tidak timbul keresahan publik. Pemantauan kebersihan lingkungan dan kondisi kesehatan para siswa dipastikan akan terus diperketat hingga seluruh siswa siap kembali belajar secara aman. (ivan)