Cegah Penularan Influenza A dan ISPA, Sekolah Rakyat Pasuruan Pulangkan Siswa untuk Sterilisasi

pendidikan | 27 September 2026 09:56

Cegah Penularan Influenza A dan ISPA, Sekolah Rakyat Pasuruan Pulangkan Siswa untuk Sterilisasi
Kepala Sekolah Rakyat Berintegritas 2 Kota Pasuruan Yuli Prihatini. (dok jatimpos)

PASURUAN, PustakaJC.co - Sekolah Rakyat Berintegritas 2 Kota Pasuruan memulangkan seluruh siswanya selama kurang lebih satu pekan. Langkah ini diambil guna memutus rantai penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Influenza A yang memapar sejumlah siswa di lingkungan sekolah dan asrama.

 

Selama masa pemulangan hingga Senin (28/9), pihak pengelola memaksimalkan kegiatan sterilisasi, mulai dari penyemprotan disinfektan hingga pembersihan menyeluruh pada ruang kelas dan area asrama. Para siswa dijadwalkan kembali beraktivitas normal di asrama pada Selasa, 29 September 2026.

Kepala Sekolah Rakyat Berintegritas 2 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, mengonfirmasi bahwa penanganan medis terhadap siswa yang sakit telah dilakukan sejak awal penemuan gejala. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (27/9/2026).

 

Ia juga menegaskan situasi ini telah terkendali dan bukan merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun pandemi.

 

“Ini Influenza A dan ISPA, tetapi semuanya sudah ditangani. Kami meliburkan sementara (lockdown) untuk sterilisasi. Ruang belajar dan asrama kami semprot disinfektan secara menyeluruh,” ujar Yuli saat dikonfirmasi, Jumat, (25/9/2026).

 

 

Yuli menjelaskan, laju penularan terbilang cepat lantaran interaksi yang intensif di dalam fasilitas bersama. Sebagai gambaran, dalam satu kamar asrama berkapasitas 16 anak, terdapat sekitar tujuh hingga delapan siswa yang mengeluhkan gejala serupa.

 

Penanganan Kesehatan dan Evaluasi Internal

 

Dari aspek medis, pihak sekolah mengandalkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta tenaga kesehatan internal untuk penanganan awal. Jika kondisi siswa tidak menunjukkan perbaikan, prosedur rujukan berjenjang siap dilakukan—mulai dari Puskesmas setempat hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Pihak sekolah juga telah berkoordinasi langsung dengan Wali Kota Pasuruan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

 

Di sisi lain, evaluasi internal terkait pemicu munculnya penyakit juga tengah berjalan. Salah satu fokus perhatian adalah pola konsumsi siswa, termasuk pasokan makanan atau minuman dari luar yang dibawa oleh wali murid saat berkunjung.

 

 

 

“Sebenarnya siswa tidak diperbolehkan menerima makanan dari luar. Namun, kerap kali ada wali murid yang membawa es atau makanan kurang sehat saat menjenguk, meski kami sudah berupaya memfilter,” kata Yuli.

 

Kendati demikian, ia menekankan bahwasanya dugaan ini masih dalam tahap evaluasi dan belum disimpulkan sebagai pemicu utama.

Pihak sekolah mengimbau masyarakat dan media untuk menyikapi informasi ini secara proporsional agar tidak timbul keresahan publik. Pemantauan kebersihan lingkungan dan kondisi kesehatan para siswa dipastikan akan terus diperketat hingga seluruh siswa siap kembali belajar secara aman. (ivan)