Bersamaan dengan studi doktornya, Nasaruddin Umar menjalani program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994), dan Universitas Leiden, Belanda (1994-1995).
Akademisi di Bidang Keilmuan Islam
Berkat ilmu yang dimiliki, Nasaruddin Umar sukses memberikan sumbangsih luar biasa di bidang keilmuan khususnya agama Islam. Nasaruddin Umar telah menulis banyak karya ilmiah hingga mencapai 12 buku.
Salah satunya buku 'Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur'an'. Buku ini terbit pada 1999 sebagai penjabaran hasil penelitiannya mengenai bias gender dalam Al-Qur'an.
Berdasarkan catatan detikcom, pada 12 Januari 2002 Nasaruddin Umar dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang tafsir pada Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Nasaruddin Umar juga tercatat sebagai Rektor Universitas PTIQ Jakarta.
Selain di bidang akademik, Nasaruddin Umar juga merupakan pegiat agama dan berkontribusi dalam bidang sosial dan politik. Dia mendirikan organisasi lintas agama untuk 'Masyarakat Dialog antar Umat Beragama'.