Al-Kindi

Sebagai Filsuf Pertama dalam Peradaban Islam

tokoh | 21 Mei 2025 05:22

Al-Kindi melalui masa kecilnya dengan menghafal Alquran, kesusastraan Arab, mempelajari tata bahasa Arab, dan ilmu berhitung. Seluruh bidang yang dipelajarinya itu adalah kurikulum pelajaran wajib bagi anak-anak di Kufah. Selanjutnya, dia mendalami Fiqh dan kajian Kalam, tetapi lebih berminat pada ilmu pengetahuan dan filsafat.

Para sejarawan memberinya julukan sebagai Filsuf Arab karena Al-Kindi merupakan satu-satunya pemikir keturunan Arab asli yang bermoyang kepada Ya’qub ibn Qahthan yang tinggal di kawasan Arab Selatan. Dia telah menulis banyak karya dari berbagai bidang ilmu, dengan jumlah sekitar 260 judul.

Dasar pemikiran filsafat Al-Kindi berasal dari refleksi doktrin-doktrin Yunani klasik dan Neo-Platonis yang dikombinasikan dengan keyakinan agama Islam yang dianutnya. Buah dari pengetahuannya itu ditemukan dalam risalah Fi al-Hudud al-Asyya.

Dalam risalahnya tersebut, Al-Kindi menyederhanakan definisi-definisi dari literatur Yunani. Sedangkan dalam risalah yang secara khusus membahas bagian awal dari disiplin filsafat, dia mengemukakan enam definisi filsafat yang seluruhnya bercorak Platonis.