Menurut Al Kindi, filsafat merupakan ilmu tentang hakikat sesuatu dalam batas kemampuan manusia yang mencakup ilmu ketuhanan, ilmu keesaan, ilmu keutamaan, dan kajian apa pun yang bermanfaat bagi manusia.
Dia juga berpendapat bahwa tujuan para filsuf berteori adalah untuk mengetahui kebenaran yang kemudian ditindaklanjuti dengan amal perbuatan dalam perilaku, semakin dekat manusia pada kebenaran, maka akan semakin dekat pula pada kesempurnaan.
Dalam upaya perpaduan filsafat dan agama, Al-Kindi berpandangan bahwa Al Quran telah menjabarkan argumentasi-argumentasi yang meyakinkan seputar kebenaran dan tidak akan pernah bertentangan dengan doktrin yang dihasilkan filsafat.
Hanya saja, menurutnya, proses penggabungan itu tidak dapat terlaksana tanpa mengakui agama dan filsafat yang sama.