Politik Indonesia pasca-Oktober 2024 bukanlah sebuah garis lurus, melainkan spiral yang penuh teka-teki. Di puncaknya, kita melihat formasi unik: PDI-Perjuangan memenangkan gelanggang legislatif, sementara Prabowo Subianto melenggang ke puncak eksekutif dengan sandaran koalisi super-mayoritas.
Namun, sejarah mencatat bahwa koalisi raksasa seringkali menyimpan kerapuhan laten, terutama saat fajar pemilu berikutnya mulai menyingsing.
Terlebih dengan adanya payung hukum MK yang membuka ruang bagi partai-partai parlemen untuk mengajukan nakhoda mandiri, kompetisi di dalam koalisi menjadi bom waktu yang berdetak sunyi.
Hubungan antara jalan Teuku Umar dan Istana Merdeka kini memasuki fase "silaturahmi plus-plus". Empat kali pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto hingga Maret 2026 menjadi sinyal kuat bahwa di tengah perbedaan posisi, terdapat ‘sense of urgency’ yang sama.