Mereka sadar, Indonesia sedang dikepung gejolak minyak dunia, inflasi yang merayap, dan defisit yang kian melebar akibat ketegangan global di Timur Tengah. Di akar rumput, kerisauan publik tak lagi bisa disembunyikan; kritik terhadap angka kemiskinan, pengangguran, serta merosotnya kelas menengah menjadi beban berat yang mulai menekan pundak sang Presiden.
Namun, di bawah permukaan yang tampak tenang, riak-riak internal tak terhindarkan. Sejak akhir 2024 hingga awal 2026, muncul dinamika yang melibatkan pengaruh faksi-faksi tertentu—termasuk yang kerap diasosiasikan dengan "Geng Solo"—yang menciptakan gesekan lewat berbagai narasi di ruang publik.
Ketegangan ini mencapai puncaknya saat Puan Maharani, dalam kapasitasnya sebagai penjaga muruah (kehormatan, martabat) politik sipil, meminta klarifikasi langsung kepada Panglima TNI terkait isu kesiagaan aparat yang dianggap melampaui kewajaran di tengah kontestasi internal partai.