Nyai Ainiyah Yusuf

Cahaya yang Mengakar di Pesantren Mambaus Sholihin

tokoh | 08 Januari 2026 06:20

 

Perhatiannya pada keluarga dan santri sangat detail, namun selalu berpijak pada syariat. Ia menanamkan tanggung jawab, kemandirian, dan pentingnya silaturahmi kepada 12 putra-putrinya. Kedermawanannya pun menjadi teladan—tidak jarang ia mengikhlaskan utang tamu yang datang untuk membayar.

 

Nyai Ainiyah wafat pada 20 Januari 2013 M atau 8 Rabiulawal 1434 H, di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sangat ia cintai. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. Tahlil, Al-Qur’an, dan Burdah mengiringi kepergian sosok yang oleh para santri disebut sebagai “cahaya pesantren”.

 

Mambaus Sholihin kehilangan satu pelita, namun teladan Nyai Ainiyah Yusuf tetap hidup—mengakar dalam tradisi, khidmah, dan jiwa para santri. (ivan)