SURABAYA, PustakaJC.co - Pernikahan sederhana antara pendakwah muda Ning Umi Laila dan Anas Hidayatulloh pada Sabtu, 17 Januari 2026, menarik perhatian publik. Di balik sorotan, Anas ternyata sosok yang rendah hati dan berakar kuat pada nilai religius.
Warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Gresik ini tumbuh dalam keluarga religius. Ayahnya, Muslimin, aktif sebagai ketua takmir masjid, sedangkan ibunya, Nur, mengajar TPQ di rumah. Lingkungan keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan perjalanan hidupnya. Dilansir dari gresiksatu.com, Selasa, (20/1/2026).
Sejak MI Ma’arif Sidomukti, Anas menunjukkan ketertarikan pada dunia keagamaan. Ia kemudian menimba ilmu di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Surabaya, hingga perguruan tinggi. Bakat vokal banjari dan qiroah membuatnya kerap mengisi acara keagamaan, hingga dikenal sebagai ustadz di Surabaya.
Kini, Anas tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Selain aktif berkuliah, ia menulis sejumlah artikel akademik tentang tafsir Al-Qur’an, menandai kiprahnya sebagai penulis muda.
Meski dikenal memiliki prestasi di berbagai bidang, Anas tetap pendiam, santun, dan rendah hati. Pernikahannya dengan Ning Umi Laila yang sederhana mencerminkan kepribadiannya yang jauh dari sorotan publik, menunjukkan bahwa di balik perhatian publik, ia tetap memilih kesederhanaan dan ketenangan hidup. (ivan)