Menurutnya, tasawuf harus dipahami sebagai kesatuan antara syariat, tarekat, dan hakikat. Ketiganya merupakan fondasi spiritual yang tidak dapat dipisahkan.
Ia juga menekankan bahwa sufisme di Indonesia memiliki karakter moderat dan adaptif. Dalam bukunya, Tasawuf Nusantara: Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka, ia menjelaskan bagaimana dakwah para Wali Songo mengajarkan Islam melalui pendekatan damai, kultural, dan humanis.
Prof. Sri Mulyati wafat pada 2023, namun pemikirannya tetap menjadi rujukan penting dalam studi tasawuf dan spiritualitas Islam. Selain karya tentang tarekat, ia juga menulis berbagai buku lain, termasuk Gus Dur di Mata Perempuan, yang membahas perspektif perempuan dalam kepemimpinan Islam, termasuk sosok Abdurrahman Wahid.