Menurut Much, dr Soedarsono dikenal sebagai figur yang tidak hanya fokus pada profesinya sebagai tenaga medis, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dedikasinya membuat namanya dikenang dan diabadikan.
Sayangnya, minimnya dokumentasi membuat perjalanan hidupnya jarang dibahas secara luas. Generasi muda lebih mengenal namanya sebagai identitas gedung, bukan sebagai tokoh dengan rekam jejak pengabdian.
Much mendorong agar sejarah lokal kembali dihidupkan melalui penulisan, diskusi publik, hingga edukasi di sekolah.
“Kalau kisahnya tidak diceritakan ulang, lama-lama hanya tinggal nama tanpa makna,” tegasnya.