Nyai Nur Khodijah

Pelopor Pesantren Putri yang Jejaknya Lama Terlupakan

tokoh | 26 Maret 2026 13:06

Pelopor Pesantren Putri yang Jejaknya Lama Terlupakan
Nyai Nur Khodijah. (dok nuonline)

JOMBANG, PustakaJC.co – Nama Nyai Nur Khodijah mungkin tak sepopuler tokoh besar lain dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Namun, perannya tak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah pelopor pesantren putri pertama di Indonesia—jauh sebelum pendidikan perempuan menjadi arus utama.

 

Selama ini, sosok Nyai Nur Khodijah lebih banyak “tersembunyi” di balik nama besar suaminya, KH Bisri Syansuri, serta garis keturunannya yang melahirkan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Minimnya literasi membuat kiprah beliau hanya dikenal di kalangan keluarga dan pesantren. Dilansir dari nu.or.id, Kamis, (26/3/2026).

 

Baru dalam beberapa tahun terakhir, upaya serius dilakukan untuk mengungkap sosoknya. Penelusuran arsip, manuskrip, hingga wawancara dengan santri sepuh mulai membuka fakta-fakta penting tentang perjalanan hidupnya.

 

Nyai Nur Khodijah lahir di Tambakberas, Jombang, pada 23 Februari 1897. Ia berasal dari keluarga ulama besar, putri Kiai Hasbullah Said dan Nyai Lathifah. Lingkungan pesantren membentuk karakter keilmuannya sejak kecil.