Hadipras

Menakar Fajar: Refleksi Transisi 2026

tokoh | 08 April 2026 18:41

 

Kita perlu menengok kembali ke belakang. Kegagalan parsial Reformasi 1998 memberikan pelajaran berharga: perubahan rezim tanpa perubahan sistemik hanya akan melahirkan "wajah baru dengan pola lama". 

 

Teori Path Dependence (Ketergantungan Jalur) menjelaskan bahwa institusi cenderung mengulangi pola perilaku masa lalunya. Jika 1998 berhasil meruntuhkan otoritarianisme, kita gagal dalam melakukan reformasi hukum yang tuntas—khususnya pada institusi penegak hukum seperti Polri—sehingga hukum sering kali masih terjebak menjadi instrumen kekuasaan, bukan instrumen keadilan.

 

Reformasi mendatang, jika terjadi, tidak boleh lagi mengandalkan "amukan gajah" (Dirada Meta) yang hanya menghancurkan tanpa membangun. Kita membutuhkan transisi yang lebih mirip dengan strategi Garuda Nglayang—sebuah gerakan yang presisi, memiliki visi tinggi, dan mampu menyambar akar persoalan tanpa merusak tatanan sosial yang sudah ada.