Kariernya tak berhenti di dunia jurnalistik. Asa juga dipercaya menjadi diplomat dengan menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka dan kemudian Aljazair. Kemampuannya dalam berbagai bahasa, termasuk Arab dan Prancis, membuatnya mampu membangun hubungan internasional yang kuat bagi Indonesia di masa awal kemerdekaan.
Meski memiliki kontribusi besar sebagai jurnalis, diplomat, dan politisi, nama Asa Bafagih perlahan tenggelam dari ingatan publik. Padahal, ia pernah menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah pers nasional dan turut membentuk wajah jurnalistik Indonesia modern.