Ia menegaskan, keharmonisan bukan soal kuantitas waktu, melainkan kualitas kehadiran. Prinsip quality over quantity menjadi pijakan—hadir sepenuhnya, meski dalam waktu yang terbatas.
Dalam kepemimpinan, Henggar memandang perempuan sebagai mitra sejajar. Bahkan, ia menilai banyak pemimpin perempuan memiliki ketelitian, ketegasan, dan sensitivitas sosial yang justru menjadi keunggulan dalam merumuskan kebijakan publik.
“Perempuan hari ini tidak hanya sejajar, tapi juga mampu memimpin dengan perspektif yang lebih utuh,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang ini.