SURABAYA, PustakaJC.co – Hari Kartini bukan sekadar penanda sejarah, melainkan momentum untuk menegaskan kembali arah. Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, perempuan hari ini tidak lagi berdiri di belakang. Mereka hadir di garis depan, menjadi penentu laju pembangunan.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan (AP) Setdaprov Jawa Timur, R. Henggar Sulistiarto, memandang Kartini masa kini sebagai sosok yang tangguh, adaptif, dan memiliki pijakan nilai yang kuat. Bagi dia, perempuan bukan sekadar bagian dari sistem—melainkan penggerak utama di dalamnya.
“Di era transformasi digital, perempuan bukan lagi sekadar pendukung. Mereka adalah engine of growth,” tegas Henggar kepada PustakaJC.co, Kamis (23/4/2026).
Ia melihat secara nyata bagaimana perempuan di Jawa Timur mengambil peran strategis: menggerakkan ekonomi melalui UMKM, terlibat dalam pengambilan kebijakan, hingga menjaga keseimbangan sosial di tengah dinamika pembangunan. Kartini hari ini, menurutnya, adalah tentang keberanian mengambil pilihan dan konsistensi dalam memberi dampak.
Namun, kekuatan itu, lanjutnya, tidak berdiri di ruang kosong. Ada fondasi nilai yang menjadi penopang utama—integritas dan empati.
“Dalam keluarga, perempuan adalah perekat moral. Di ruang sosial, empati mereka melahirkan solusi yang lebih tajam sekaligus humanis,” ujarnya.