TUBAN, PustakaJC.co – Nama KH Abdullah Faqih dari Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, dikenal luas sebagai salah satu kiai yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik dan moral umat Nahdlatul Ulama (NU), khususnya pada masa transisi demokrasi pasca-Orde Baru.
Sosok yang lahir pada 1932 dan wafat pada 2012 itu tidak hanya dikenal sebagai pengasuh pesantren, tetapi juga sebagai rujukan spiritual para ulama dan tokoh nasional. Dilansir dari nu.or.id, Sabtu, (14/3/2026).
Budayawan NU KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus) bahkan pernah menyebut KH Abdullah Faqih sebagai salah satu dari tiga penyangga Tanah Jawa, bersama KH Abdullah Salam Kajen dan KH Abdullah Abbas Buntet.
Ketiganya dihormati bukan karena jabatan formal, melainkan karena kedalaman ilmu, kejernihan hati, serta kewaskitaan dalam membaca persoalan umat.