Di antara muridnya yang terkenal adalah KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Bahkan, Raden Ajeng Kartini juga pernah belajar kepadanya, menjadikan pengaruhnya meluas hingga kalangan bangsawan.
Salah satu karya monumentalnya adalah tafsir Alquran berbahasa Jawa berjudul Faidh al-Rahman. Karya ini dikenal sebagai tafsir Alquran pertama dalam bahasa Jawa di Nusantara, yang memudahkan masyarakat memahami ajaran Islam.
KH Shaleh Darat wafat pada tahun 1903, namun warisan keilmuannya terus hidup melalui para murid dan karya-karyanya. Ia dikenang sebagai mahaguru ulama Nusantara yang tidak hanya alim, tetapi juga berjasa besar dalam penyebaran Islam yang membumi di tengah masyarakat. (int)