KH Shaleh Darat

Mahaguru Ulama Nusantara: Jejak Ilmu yang Mendunia

tokoh | 05 Mei 2026 14:02

Mahaguru Ulama Nusantara: Jejak Ilmu  yang Mendunia
Dok wikipedia

SURABAYA, PustakaJC.co - Nama KH Shaleh Darat bukan sekadar ulama biasa, melainkan sosok mahaguru yang melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa seperti KH Hasyim Asy’ari hingga RA Kartini. Kiprahnya di abad ke-19 bahkan disebut menjadi salah satu fondasi penting perkembangan Islam di Nusantara.

 

KH Shaleh Darat memiliki nama lengkap Muhammad Shaleh bin Umar as-Samarani. Ia lahir di Desa Kedung Jumbleng, Jepara, Jawa Tengah, pada tahun 1820 dari keluarga religius. Ayahnya, Kiai Umar, dikenal sebagai pejuang yang dekat dengan Pangeran Diponegoro.

 

Sejak kecil, ia telah mendapatkan pendidikan agama langsung dari sang ayah, mulai dari Alquran hingga berbagai disiplin ilmu Islam seperti fikih, hadis, dan akhlak. Pendidikan dasar ini menjadi fondasi kuat bagi perjalanan intelektualnya di kemudian hari.

 

Memasuki usia remaja, KH Shaleh Darat memperdalam ilmu agama dengan berguru kepada sejumlah ulama di Jawa, seperti di Pati, Kudus, dan Semarang. Ia mempelajari berbagai kitab klasik, termasuk tafsir dan ilmu bahasa Arab, yang menjadi bekal penting sebelum melanjutkan studi ke Tanah Suci.

 

Di Makkah, ia berguru kepada banyak ulama besar dan memperdalam berbagai cabang keilmuan Islam. Keuletannya dalam menuntut ilmu membuatnya mendapatkan pengakuan dan bahkan memperoleh sanad keilmuan dari para gurunya.

 

Sepulang dari Makkah, KH Shaleh Darat mendirikan pesantren di kawasan Darat, Semarang. Dari sinilah lahir banyak murid besar yang kemudian menjadi tokoh penting dalam sejarah Indonesia.

 

Di antara muridnya yang terkenal adalah KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Bahkan, Raden Ajeng Kartini juga pernah belajar kepadanya, menjadikan pengaruhnya meluas hingga kalangan bangsawan.

 

Salah satu karya monumentalnya adalah tafsir Alquran berbahasa Jawa berjudul Faidh al-Rahman. Karya ini dikenal sebagai tafsir Alquran pertama dalam bahasa Jawa di Nusantara, yang memudahkan masyarakat memahami ajaran Islam.

 

KH Shaleh Darat wafat pada tahun 1903, namun warisan keilmuannya terus hidup melalui para murid dan karya-karyanya. Ia dikenang sebagai mahaguru ulama Nusantara yang tidak hanya alim, tetapi juga berjasa besar dalam penyebaran Islam yang membumi di tengah masyarakat. (int)