CIREBON, PustakaJC.co — Kabar duka menyelimuti dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama. Sesepuh Pondok Buntet Pesantren sekaligus Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Adib Rofiuddin Izza, wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Senin, (1/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Kabar wafatnya almarhum dikonfirmasi oleh Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Pondok Buntet Pesantren, KH Aris Ni’matullah, pada Senin pagi sekitar pukul 09.15 WIB. Dilansir dari nu.or.id, Senin, (1/6/2026).
KH Adib Rofiuddin Izza dikenal sebagai ulama yang memiliki peran penting dalam struktur kepengurusan PBNU. Ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PBNU pada masa khidmah 2004–2015, kemudian kembali dipercaya mengemban amanah yang sama pada periode 2022–2027. Selain itu, almarhum juga pernah menjabat sebagai Mustasyar PBNU pada 2015–2021.
Semasa hidupnya, KH Adib tumbuh dan besar di lingkungan Pondok Buntet Pesantren, Cirebon. Ia menempuh pendidikan keagamaan sejak kecil di pesantren tersebut, sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang. Di sela masa studinya, ia juga memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren Mangkang, Semarang.
KH Adib lahir di Cirebon pada 28 Agustus 1965. Ia merupakan putra pertama dari KH Izzuddin bin KH Ahmad Zahid Abdul Jamil dan Nyai Hj Nihayah binti KH Busyrol Karim.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pesantren, jamaah, serta warga Nahdliyin yang mengenal dedikasi dan kiprahnya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam di lingkungan pesantren dan organisasi NU. (ivan)