Pada akhirnya, seluruh bangunan kekuasaan yang bertumpu pada dominasi modal memiliki satu titik lemah yang sama: keyakinan bahwa segala sesuatu memiliki harga.
Mereka mungkin mampu menguasai angka-angka pertumbuhan ekonomi. Mereka bisa membeli konsultan terbaik, mengendalikan arus informasi, bahkan mempengaruhi arah kebijakan publik. Namun ada satu hal yang tidak pernah sepenuhnya bisa dimiliki oleh siapa pun, yakni hati nurani manusia.
Sejarah dunia menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali tidak dimulai dari kekuatan uang, melainkan dari keberanian orang-orang biasa yang memilih tetap jujur ketika kebohongan menjadi arus utama.
Maka ketika uang tidak lagi mampu membeli kesunyian, ketika keberanian mulai mengalahkan ketakutan, dan ketika warga negara memilih tetap waras di tengah derasnya propaganda, saat itulah sandiwara politik kehilangan naskahnya.
Dan mungkin, tepat pada momen itulah, demokrasi yang sesungguhnya baru saja memulai babak pertamanya.
(int)