KH Nurul Huda mengungkapkan, sejak awal dirinya memang berharap Munas dan Konbes NU dilaksanakan di lingkungan pesantren. Namun, ia mengaku tidak pernah membayangkan Pesantren Al-Falah Ploso menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Bahkan, menurutnya, Pesantren Al-Falah tidak pernah mengajukan diri untuk menjadi lokasi pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026.
Saat itu, ia justru mendukung Pondok Pesantren Lirboyo yang memiliki sejarah panjang bersama NU dan pernah menjadi lokasi pelaksanaan Muktamar NU.
"Saya tetap mendukung Lirboyo yang merupakan pesantren tua dan sudah pernah menjadi tempat Muktamar untuk menjadi tempat terlaksananya Munas dan Konbes NU 2026," ujarnya.
Meski demikian, ia meyakini pesantren merupakan tempat yang paling tepat untuk menyelenggarakan agenda-agenda strategis NU. Selain memiliki nilai historis, pesantren juga menjadi pusat lahirnya kader-kader ulama dan penjaga tradisi keilmuan Islam.
Ia berharap pelaksanaan Munas dan Konbes di Al-Falah Ploso menjadi kebanggaan tersendiri bagi pendiri pesantren, almarhum KH Ahmad Djazuli Utsman.