Surabaya, PustakaJC.co - Gunung Masurai, yang berdiri megah di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, tak hanya menawarkan pesona alam memukau, tetapi juga menyimpan beragam misteri dan legenda yang terus menarik perhatian pendaki maupun peneliti.
Memiliki ketinggian sekitar 2.935 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung yang masuk gugusan Bukit Barisan ini kerap disebut sebagai "surganya pendaki". Keindahan alamnya berpadu dengan kisah-kisah mistis yang berkembang di kalangan masyarakat setempat.
Salah satu legenda yang melekat adalah cerita tentang emas yang “terurai” di puncak gunung. Mitos ini memicu sejumlah orang mencoba mencari harta karun tersebut, meninggalkan bekas-bekas penggalian di area tertentu.
Tak jauh dari jalur pendakian, terdapat sebuah bangunan tua yang dikenal sebagai “Rumah Hitam”. Dibangun oleh tentara pada masa pembukaan jalan, rumah papan ini kini jarang dihuni dan dianggap angker. Sejumlah pengendara mengaku pernah mengalami kejadian janggal, seperti kendaraan mendadak mati saat melintas pada malam hari.
Gunung Masurai juga menjadi habitat alami Harimau Sumatera. Meski kini jarang terlihat karena meningkatnya aktivitas manusia, dahulu para pendaki kerap menemukan jejaknya di jalur pendakian.
Daya tarik lainnya adalah dua danau kaldera vulkanik yang mempesona, yakni Danau Kumbang di ketinggian 2.430 mdpl yang mudah diakses, serta Danau Mabuk di ketinggian 2.533 mdpl yang jalurnya curam dan licin sehingga jarang dikunjungi. (nov)
Perpaduan keindahan alam, kekayaan ekosistem, dan kisah-kisah legendaris menjadikan Gunung Masurai sebagai destinasi yang unik di Jambi. Bagi para petualang, gunung ini menyuguhkan pengalaman pendakian yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga memicu rasa penasaran akan misteri yang disimpannya.