SURABAYA, PustakaJC.co – Banjir bandang yang melanda Denpasar, Bali, dua hari terakhir berdampak besar pada sektor transportasi darat. Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo, yang biasanya ramai penumpang tujuan Bali kini mendadak sepi.
Umar, pengurus PO Bus Bali Perdana, menyebut penurunan jumlah penumpang mencapai 50 persen sejak banjir melanda.
“Biasanya berangkat bisa 10 orang sudah bagus. Sekarang hanya empat sampai lima penumpang saja,” ungkapnya, dikutip dari jawapos.com, Jumat, (12/9/2025).
Tak hanya penurunan penumpang, jalur utama via Negara, Jembrana, juga tidak bisa dilalui akibat banjir. Bus terpaksa memutar lewat jalur utara, Singaraja, Buleleng. Akibatnya, biaya operasional ikut membengkak dan waktu perjalanan molor dua kali lipat.
“Solar yang biasanya Rp1,3 juta, sekarang bisa sampai Rp1,6 juta. Perjalanan 12 jam berubah jadi hampir 24 jam,” jelas Umar.
Keluhan serupa juga disampaikan Banyak, pengurus PO Bus Angkasa. Menurutnya, bus yang biasanya tiba di Denpasar pukul 06.00 kini baru sampai sekitar pukul 17.00.
“Hampir seharian penuh di jalan. Kondisi ini jelas memberatkan sopir dan penumpang,” tegasnya.
Para pengusaha bus berharap banjir segera surut agar aktivitas transportasi kembali normal.
“Mudah-mudahan segera pulih, penumpang kembali ramai, dan perjalanan lancar seperti biasa,” pungkas Umar. (ivan)