Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Gandrung Sewu bukan sekadar festival, tetapi simbol keindahan yang lahir dari kolaborasi.
“Selendang bukan sekadar kain. Ia melambangkan harmoni dalam tarian kehidupan, bahwa kolaborasi bisa menciptakan peluang dan kemajuan,” ujarnya.
Festival tahun ini diikuti 1.100 penari lokal Banyuwangi, termasuk para kepala desa yang tampil sebagai Paju Gandrung, serta 300 penari diaspora dari berbagai daerah—mulai Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, hingga Papua dan Amerika.