Gandrung dari berbagai usia, mulai anak 4 tahun hingga mahasiswa, tampil menawan dengan selendang merah. Bahkan, gandrung cilik sempat menarik perhatian lewat perpaduan gerak Gandrung klasik dan velocity dance kekinian.
“Ini bukti sinergi menjaga warisan budaya lewat sentuhan kontemporer,” tambah Ipuk.
Usai pertunjukan, suasana haru terasa. “Latihan tiga bulan terbayar. Kami bangga dan bahagia,” ujar Diaz, mahasiswi ISI Banyuwangi yang ikut menari.
Acara ini juga dihadiri Menteri PAN-RB Rini Widianti, pejabat BPK RI, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga nasional. (ivan)