Untuk bermain Le Alle Bengko, anak-anak hanya perlu area terbuka seperti teras rumah, lapangan, atau pekarangan dengan empat tiang sebagai penanda rumah. Tak butuh alat tambahan—cukup semangat, kelincahan, dan kerja sama tim.
Lebih dari sekadar permainan, Le Alle Bengko mengajarkan ketangkasan, kebersamaan, dan sportivitas, nilai-nilai yang dulu tumbuh alami di lingkungan masyarakat Madura.
Kini, permainan ini mulai jarang dimainkan. Namun, di beberapa desa di Madura, tradisi Le Alle Bengko masih dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda lewat kegiatan sekolah atau festival budaya.
Pelestarian permainan tradisional seperti ini penting agar anak-anak tak kehilangan akar budaya dan kearifan lokal yang pernah mewarnai masa kecil bangsa. (int)