Destinasi Wisata dan Darurat Hidrometeorologi

wisata | 17 Desember 2025 05:32

 

 

Trauma mendalam masih membekas dari tragedi Pacet pada Desember 2002, sepekan setelah Idulfitri. Saat itu, wisatawan memadati pemandian air panas di Desa Padusan. Suara gemuruh dari bukit disusul longsoran material batu besar dan pepohonan yang meluncur deras ke arah kolam pemandian. Tragedi tersebut menewaskan 24 orang, sebagian korban ditemukan hingga aliran Sungai Mojosari.

 

Bencana di kawasan wisata juga melanda Bali. Dalam setahun, banjir bandang dan tanah longsor dapat terjadi hingga dua kali. Pada September 2025, sebelum musim hujan dimulai, bencana menelan 18 korban jiwa. Peristiwa terbaru terjadi pada 14 Desember 2025, ketika hujan ekstrem kembali menewaskan seorang warga negara asing.

 

Para ahli tata ruang dan lingkungan di Bali menilai alih fungsi lahan sebagai penyebab utama meningkatnya risiko bencana. Kawasan hulu dan daerah aliran sungai (DAS) banyak berubah menjadi area akomodasi wisata. Sungai Ayung di Ubud, Telaga Waja di Karangasem, serta Sungai Melangit di Klungkung kini menjadi destinasi wisata favorit, namun sekaligus rawan bencana.