Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Pemkot Mojokerto menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, bertambahnya lama tinggal, serta meningkatnya perputaran ekonomi lokal. Selain itu, skema pembiayaan inovatif berbasis kolaborasi dinilai menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Keterbatasan APBD tidak boleh menghentikan pembangunan. Justru kolaborasi dan inovasi menjadi kuncinya,” pungkasnya. (ivan)