Indonesia Miliki Hotel dan Lahan di Makkah, Kampung Haji Siap Tampung Ribuan Jemaah

wisata | 07 Januari 2026 05:45

Indonesia Miliki Hotel dan Lahan di Makkah, Kampung Haji Siap Tampung Ribuan Jemaah
Jemaah haji dari seluruh dunia memadati Masjidil Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (dok suarasurabaya)

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Indonesia segera memiliki aset strategis berupa lahan dan hotel di Kota Makkah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia. Aset ini diproyeksikan mampu menampung ribuan calon jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, kepemilikan aset tersebut merupakan hasil diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang berhasil membuka jalan perubahan kebijakan kepemilikan properti asing di Arab Saudi. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (7/1/2026).

 

Menurut Prasetyo, Kerajaan Arab Saudi telah mengesahkan undang-undang yang memungkinkan pihak asing memiliki tanah dan properti di wilayahnya. Indonesia pun memenangkan proses lelang untuk memiliki hotel dan lahan di Makkah.

 

“Untuk pertama kalinya Pemerintah Republik Indonesia bisa memiliki Kampung Haji di Arab Saudi. Kita telah memenangkan bidding dan sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah. Ini buah dari diplomasi luar biasa Presiden Prabowo,” ujar Prasetyo dalam keterangannya di Hambalang, Bogor, Selasa, (6/1/2026).

 

 

 

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi kado istimewa bagi bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, sekaligus bukti perhatian pemerintah terhadap peningkatan pelayanan jemaah haji dan umrah di Tanah Suci.

 

“Pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah bagi warga negara Indonesia,” tegasnya.

 

Sebelumnya, Rosan Roeslani, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, mengungkapkan pemerintah telah membeli sebuah hotel dan lahan seluas lima hektare di Makkah dengan nilai sekitar 500 juta dolar Amerika Serikat.

 

 

Hotel yang diakuisisi adalah Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar dan tiga menara, yang mampu menampung sekitar 4.383 calon jemaah haji Indonesia. Ke depan, pemerintah berencana membangun 13 menara tambahan sehingga total kamar meningkat menjadi 6.025 unit.

 

Kampung Haji Indonesia ini diharapkan menjadi pusat layanan haji dan umrah yang terintegrasi, lebih nyaman, serta efisien bagi jemaah Indonesia. (ivan)