Jejak Dentuman Wilis dan Ambisi Bendungan Margopatut di Lereng yang Pernah Bergetar

wisata | 28 Februari 2026 04:18

Jejak Dentuman Wilis dan Ambisi Bendungan Margopatut di Lereng yang Pernah Bergetar
Batu Songgong, yang terletak di dusun Sumber Tumpeng, desa Margopatut kecamatan Sawahan Nganjuk. (dok bhirawa)

NGANJUK, PustakaJC.co - Dentuman misterius yang pernah mengguncang lereng Gunung Wilispada 2011 belum sepenuhnya hilang dari ingatan warga Dusun Sumber Tumpeng, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan. Suara keras dari dalam tanah itu bukan letusan, tetapi cukup untuk membuat bumi bergetar dan meninggalkan pertanyaan panjang. Kini, di lokasi yang sama, pemerintah merancang pembangunan Bendungan Margopatut—sebuah proyek strategis yang kembali mengundang perhatian.

 

Secara ilmiah, fenomena dentuman itu telah dijelaskan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG) menyatakan peristiwa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal. Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut dentuman kemungkinan berasal dari pergerakan atau tumbukan blok batuan bawah tanah akibat pelapukan, bukan aktivitas vulkanik. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Sabtu, (28/1/2026).

 

Dengan demikian, secara sains tidak ditemukan indikasi letusan atau aktivitas gunung berapi. Gunung Wilis sendiri dikenal sebagai gunung purba yang membentang di lima wilayah, yakni Kabupaten Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Ponorogo, dan Trenggalek.

 

Namun di luar penjelasan ilmiah, masyarakat setempat masih menyimpan keyakinan yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya tentang keterhubungan sumber air di wilayah mereka dengan Telaga Ngebel di Ponorogo.