Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk telah melaksanakan berbagai tahapan teknis, termasuk Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). FS bertujuan menilai kelayakan proyek secara teknis, ekonomis, dan hukum, sedangkan DED merupakan tahapan penyusunan desain teknis rinci sebagai pedoman konstruksi.
Pemerintah bahkan telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk perencanaan tersebut. Pada 2020, anggaran sebesar Rp3,2 miliar digunakan untuk penyusunan DED. Kemudian pada 2025, Pemkab Nganjuk kembali menganggarkan Rp4 miliar untuk jasa konsultasi review FS.
Langkah ini menunjukkan bahwa proyek bendungan bukan sekadar wacana, tetapi telah memasuki tahap perencanaan matang secara administratif dan teknis.
Secara fungsi, bendungan merupakan infrastruktur vital. Selain mengendalikan aliran air, bendungan juga berperan dalam menjaga ketahanan air dan mendukung sektor pertanian. Namun secara geologis, kawasan kaki Gunung Wilis memiliki dinamika tektonik lokal yang tidak bisa diabaikan.