JAKARTA, PustakaJC.co – Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi mendorong kenaikan harga tiket pesawat domestik. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi industri penerbangan nasional yang tengah menghadapi tekanan biaya operasional. Kamis, (26/3/2026).
“Kami memahami kondisi yang dihadapi maskapai. Namun, pemerintah juga harus memastikan tarif tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya. Demikian dikutip dari Jawapos.com, kamis, (26/3/2026).
Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) telah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk melakukan penyesuaian tarif, termasuk kenaikan fuel surcharge dan Tarif Batas Atas (TBA).