SURABAYA, PustakaJC.co - Kawasan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur mengalami lonjakan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara selama libur Idulfitri 2026. Tingginya minat masyarakat untuk melihat langsung progres pembangunan ibu kota baru ini turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi lokal. Minggu, (29/3/2026).
“Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Kami melihat bagaimana kunjungan masyarakat ke IKN telah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” kata Troy Pantouw di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Demikian dikutip Jawapos.com, minggu, (29/3/2026).
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pengunjung tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sepanjang kawasan inti pusat pemerintahan, berbagai fasilitas publik disediakan untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Area Plaza Seremoni menjadi pusat aktivitas, dengan beragam pilihan kuliner mulai dari restoran, kafe, hingga lapak UMKM yang ramai dikunjungi.
“Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, IKN juga kami hadirkan sebagai ruang publik yang inklusif dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Troy.
Selain itu, kawasan Nusantara Park menghadirkan hiburan seni dan budaya setiap sore hingga malam hari. Pengunjung juga dapat memperoleh informasi lengkap terkait pembangunan IKN melalui Nusantara Information Center yang dilengkapi mini teater, pusat kendali, serta maket kawasan.
Data Otorita IKN mencatat hingga 24 Maret 2026 terdapat lebih dari 30 ribu kendaraan masuk ke kawasan tersebut, dengan total pengunjung mencapai lebih dari 140 ribu orang. Antusiasme ini datang dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan mancanegara.
“Di masa depan, Nusantara akan menjadi ibu kota negara. Saya melihat banyak perayaan Idulfitri di sini. Saya ingin pindah ke sini ketika Nusantara sudah benar-benar menjadi ibu kota,” ungkapnya.
Seorang wisatawan asal Taiwan mengaku terkesan dengan perkembangan IKN dan melihat potensi besar kawasan ini sebagai pusat pemerintahan masa depan. Hal serupa juga diungkapkan wisatawan domestik yang menilai konsep pembangunan berkelanjutan di IKN memberikan pengalaman berbeda.
Dari sisi pelaku usaha, dampak positif terasa signifikan. Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan omzet selama periode Lebaran. Kenaikan ini bahkan mencapai beberapa kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama pada sektor kuliner dan jasa.
“Ketika masuk ke IKN, saya sangat kagum karena bangunannya green building semua. Rasanya seperti tidak lagi berada di Kalimantan karena sangat ramah lingkungan. Semoga IKN terus berkembang dan tidak kalah dengan kota-kota di Pulau Jawa,” bebernya.
Otorita IKN menilai fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata dan pusat ekonomi baru. Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha dan investasi yang terus berkembang di kawasan IKN.
“Awalnya kami memulai dengan omzet sekitar Rp1 juta per hari. Namun, melihat tingginya antusiasme pengunjung, kami meningkatkan kualitas dan jumlah produk, sehingga omzet kini bisa melampaui Rp1 juta per hari,” ujarnya. (frcn)